Kata-kata Islam
Sunday, 19 July 2020
Inilah Siksaan Paling Ringan di Neraka
Larangan Ghuluw Dalam Agama Islam
Hati-hati Dengan Riya' dan Sum'ah
Keutamaan Mengurus Anak Yatim Dalam Islam
Nasehat Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki Al Hasani
Kemesraan dan Keromantisan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Dalam Berkeluarga
Imam Abdullah El-Rashied merinci setidaknya ada 14 poin kemesraan dan keromantisan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada istrinya.
Berikut ulasan singkat 14 bentuk keromantisan Nabi Muhammad SAW tersebut.
1. Kecupan Mesra
Salah satu bentuk keromantisan Nabi Muhammad SAW yakni kerap mengecup mesra istrinya. Hal itu diterangkan dalam sebuah hadis dalam kitab Dzakhiratul Huffazh.
"Diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA: Sungguh Nabi SAW ketika mencium salah satu istrinya, beliau mengecup lidahnya" (HR Maqdisi).
2. Tiduran di Pangkuan Istri
Untuk menunjukkan rasa cinta, Rasulullah SAW tak jarang juga tiduran di pangkuan sang istri.
Sayyidah Aisyah RA meriwayatkan sebuah hadis yang bila diterjemahkan seperti berikut.
"Dahulu Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku kemudian membaca (Alquran) sedangkan aku dalam keadaan haid" (HR Abu Dawud [nomor 227], Bukhari [nomor 288], Muslim [nomor 454], Ahmad [nomor 24442] dan Ibnu Majah [nomor 626]).
3. Membelai istri
Selain dua keromantisan tersebut, Nabi Muhammad SAW juga menunjukkan sikap penuh cinta lainnya.
Diriwayatkan dari Urwah bin Zubair RA, belia meriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA berkata:
"Hampir setiap hari Rasulullah SAW mengunjungi semua istrinya, lantas mendekatinya satu per satu di tempatnya (rumah). Kemudian Rasulullah SAW mencium dan membelainya tanpa bersetubuh atau berpelukan. Aisyah berkata, "Lantas beliau mengindap di (rumah) istri yang mendapat gilirannya" (HR Daruquthni [nomor 3781], Imam Ahmad [24809], Imam Al-Hakim [nomor 2710], Abu Dawud [1823] dan At-Thabrani [19577]).
4. Membiarkan istri menyisir rambutnya
Imam Abdullah El-Rashied menerangkan Rasulullah SAW juga menunjukkan sisi romantisme dengan membiarkan sang istri menyisir rambutnya.
Sayyidah Aisyah RA berkata, "Dahulu aku menyisir rambut Rasulullah SAW sedangkan aku dalam keadaan haid" (HR Bukhari dan Muslim)
5. Mandi bersama
Selain itu, Nabi Muhammad SAW kerap mengajak istrinya mandi bersama.
Seperti diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA, dia mengatakan, "Dahulu aku mandi junub bersama Rasululah SAW dari satu bejana di mana tangan kami bergantian (mengambil air) di dalamnya, (HR Bukhari, Muslim dan Ibnu Hibbah mencantumkan riwayat tambahan, "Sedangkan tangan kami (Aisyah dan Rasulullah) saling bersentuhan).
6. Menempelkan mulut pada bekas makan dan minum istri
Sisi kemesraan lain yang diperlihatkan Rasulullah SAW yakni menempelkan mulut pada bekas makan atau minum istrinya.
Kemesraan ini dianggap melebihi keromantisan makan sepiring berdua. Dalam sebuah hadis, Sayyidah Aisyah RA berkata:
"Terkadang Rasulullah SAW disuguhkan sebuah wadah (air) kepadanya, kemudian aku minum dari wadah itu sedangkan aku dalam keadaan haid. Lantas Rasulullah SAW mengambil wadah tersebut dan meletakkan mulutnya di bekas tempat minumku. Terkadang aku mengambil tulang (yang ada sedikit dagingnya) kemudian memakan bagian darinya, lantas Rasulullah SAW mengambilnya dan meletakkan mulutnya di bekas mulutku.” (HR Ahmad [nomor 24373]).
7. Mengusap air mata istri
Dalam sebuah hadis yang diriwiyatkan Anas bin Malik RA dijelaskan bahwa Rasulullah SAW terlihat mengusap air mata sang istri.
"Suatu ketika Shofiyah bersama Rasulullah SAW dalam perjalanan. Sedangkan hari itu adalah bagiannya. Tetapi Shofiyah sangat lambat sekali jalannya, lantas Rasulullah SAW menghadap kepadanya sedangkan ia menangis dan berkata, ‘Engkau membawaku di atas unta yang lamban.’ Kemudian Rasulullah SAW menghapus air mata Shofiyah dengan kedua tangannya.” (HR Nasa’i dalam As-Sunanul Kubra [nomor 9162]).
8. Mengantar Istri
Diriwayatkan dari Ali bin Husein RA, ia berkata:
"Suatu ketika Nabi SAW berada di masjid (Nabawi), sedangkan istri-istrinya ada di dekatnya kemudian mereka pulang. Rasulullah bersabda kepada Shafiyah binti Huyay: 'Jangan buru-buru agar aku bisa pulang bersamamu'," (HR Bukhari [nomor 1897]).
9. Berbincang Bersama Istri di Luar
Kebisaan manis Rasulullah SAW lainnya yakni mengajak istri jalan bersama pada malam hari lalu mengajak berbicara dari hati ke hati.
Hal itu ditunjukkan dalam sebuah hadis, Sayyidah Aisyah RA berkata, "Nabi SAW ketika malam hari berjalan bersama Aisyah, berbincang dengannya." (HR Bukhari dan Muslim).
10. Mengajak Istri Keluar Kota secara Bergantian
Dalam sebuah hadis Sayyidah Aisyah RA berkata, "Rasulullah SAW itu ketika henda bepergian akan mengundi di antara istri-istrinya. Siapaun udiannya yang keluar, maka beliau akan pergi bersamanya" (HR Bukhari dan Muslim).
11. Mengajak Istri Makan di Luar
Selain mengajak keluar kota, Rasulullah juga kerap mengajak istri makan di luar rumah.
Diriwayatkan dari Anas RA, ia berkata:
Artinya: "Seorang lelaki Persia yang merupakan tetangga Nabi SAW mempunyai kuah kaldu paling sedap. Kemudian dia membuat makanan dan mendatangi Nabi SAW lantas mengundangnya untuk makan, sedangkan Aisyah berada di samping Nabi. Kemudian Nabi SAW berkata, ‘Yang ini bagaimana?’ Ia menunjuk Aisyah dan berkata, "Tidak" Kemudian memberi isyarat kepadanya, "Bagaimana dengan ini?” Dia berkata, "Tidak".Kemudian Nabi memberi isyarat yang ketiga kalinya dan bersabda, "Ini bersamaku?". Kemudian ia berkata, "Ya".(HR Ibnu Hibban [nomor 5301], Abu Ya’la [nomor 3261], dan Darimi [nomor 2119]).
12. Menenangkan Amarah Istri dengan Cara Unik
Ibnu Sunni dalam Amalul Yaum wal Lailah meriwayatkan hadis dari Sayyidah Aisyah RA.
Artinya: "Ketika Aisyah marah, maka Nabi SAW mencubit hidungnya dan berkata, "Wahai 'Uwaisy (panggilan kecil Aisyah), katakanlah, 'Ya Allah, Tuhan Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan di hatiku dan selamatkanlah aku dari fitnah yang menyesatkan'".
13. Mengutamakan Wanita (Ladies First)
Selain 12 poin di atas, keromantisan Nabi Muhammad SAW ditampilkan lewat sikapnya yang memberikan pelayanan optimal kepada sang istri.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, dalam sebuah hadis perjalanan pulang dari penaklukan Khaibar.
"Kami keluar menuju Madinah. "Anas berkata, "Aku melihat Rasulullah SAW menyiapkan tempat duduk Shafiyah di belakangnya dengan kain, kemudian ia duduk di dekat untanya dan memosisikan lututnya, lantas Shafiyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau hingga naik (ke unta)."" (HR Bukhari)
14. Memberikan Panggilan Khusus
Sementara itu, dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW juga memberikan panggilan khusus kepada istrinya Sayyidah Aisyah RA.
Panggilan pertama yakni "Ya Aisy" yang merupakan pemenggalan huruf terakhir nama Aisyah. Sementara panggilan kedua yakni "Ya Uwaisy" dari pemenggalan huruf terakhir sekaligus panggilan kecil.
Konon dalam budaya Arab, pemenggalan huruf akhir serta panggilan kecil menunjukkan tanda sayang atau panggilan manja.
Sementara itu dalam hadis seperti yang diriwayatkan Ibnu Majah, An-Nasa'i dalam As-Sunanul Kubra, At-Thabrani dalam Al-Mu'jamul Kabir, Baihaqi dalam Syu'abul Iman hingga Al-Hakim, Rasulullah juga memberikan panggilan khusus kepada Sayyidah Aisyah.
Beliau memanggil istrinya tersebut dengan "Humaira'" yang memiliki arti putih kemerah-merahan.
"Beliau (Rasulullah SAW) sering memanggil (Aisyah)"Ya Humaira'" yang merupakan bentuk tasghir (panggilan kecil) dari "Hamra" (merah) sedangkan yang dimaksud adalah putih" (Ibnu Atsir dalam kitab An-Nihayah).
Demikianlah 14 poin keromantisan Rasulullah SAW kepada istrinya.
Imam Abdullah El-Rashied, alumnus Fakultas Syariah–Imam Shafie College, Mukalla, Provinsi Hadhramaut, Republik Yaman.
Monday, 8 May 2017
Kata-kata Mutiara dari Umur bin Khattab ra.
Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri menunjukkan kata-kata lemah lembut
***
Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yg menimbulkan persangkaan maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk padanya
***
“Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan,”
(Shifatush Shafwah, I/286) Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
Tidak ada ertinya Islam tanpa jemaah dan tidak ada ertinya jemaah tanpa pemimpin dan tidak ada ertinya pemimpin tanpa ketaatan
***
Aku tidak pedulikan atas keadaan susah atau senangku kerana aku tidak tahu manakah diantara keduanya yang lebih baik dariku
***
"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
“Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai,” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126) Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
Kalau kita bermewah-mewah di dunia akan kurang ganjarannya di akhirat
***
“Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya,” (Ihya’ Ulumuddin 4/203) Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
Apabila engkau melihat orang yang berilmu mencintai dunia, maka curigailah ia mengenai agamanya, kerana orang yang mencintai sesuatu ia akan menyibukkan diri dengan apa yang dicintainya itu
***
“Duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah,” (Tahfdzib Hilyatul Auliya I/71) Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rizki yang lebih baik daripada sabar," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang karena mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang bukan zaman engkau," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.
***
Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
***
Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah Allah. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah.
***
Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.
***
Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiaplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan penuh penyesalan.
***
Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.